Header Ads

CODEFLARE ADVERTISING
OPEN AD SPACE
Pasang Iklan di CodeFlare
Promosikan bisnis, produk, website atau layanan Anda.
SLOT TERSEDIA
PASANG IKLAN
  • Anbernic RG DS Plus, Handheld Dua Layar Murah yang Cocok Buat Penggemar Nintendo DS

    Ilustrasi Anbernic RG DS Plus handheld dua layar

    Kalau kamu pernah main Nintendo DS, ada satu hal yang sulit digantikan oleh emulator di ponsel: dua layar yang benar-benar terpisah. Menumpuk dua tampilan di satu layar HP memang bisa, tetapi rasanya tetap berbeda. Nah, Anbernic RG DS Plus mencoba menjawab masalah itu dengan pendekatan yang sederhana: bikin handheld modern yang memang sejak awal dirancang untuk pengalaman dua layar.

    Yang menarik, perangkat ini tidak mengejar spesifikasi setinggi mungkin. Fokusnya justru lebih jelas: membuat game dual-screen nyaman dimainkan, tetap portabel, dan menjaga harganya di kelas yang relatif terjangkau.

    Apa yang menarik dari Anbernic RG DS Plus?

    Perubahan paling terasa ada pada layarnya. Berdasarkan informasi resmi Anbernic, RG DS Plus memakai dua panel 4,3 inci beresolusi 1024 × 768. Dibanding RG DS sebelumnya yang memakai panel 4 inci 640 × 480, area tampilannya menjadi lebih besar dan resolusinya jauh lebih tinggi.

    Kenapa ini penting?
    Untuk konten DS yang memakai referensi resolusi 256 × 192, resolusi 1024 × 768 memungkinkan integer scaling 4×. Artinya piksel bisa diperbesar secara lebih rapi tanpa harus bergantung pada scaling pecahan yang berpotensi membuat gambar terlihat kurang tajam.
    Dual 4,3 inci
    Dua layar 1024 × 768.
    Linux
    Antarmuka dirancang untuk penggunaan dual-screen.
    Stylus terintegrasi
    Disimpan langsung di bodi handheld.
    Engsel fleksibel
    Dapat diposisikan sekitar 15° hingga 180°.

    Bukan sekadar menaruh dua layar

    Keunggulan perangkat seperti ini baru terasa ketika sebuah game memang menggunakan layar kedua. Menu, peta, inventori atau kontrol sentuh bisa tetap berada di bawah sementara permainan utama berjalan di layar atas. Kita tidak perlu terus mengganti layout emulator atau mengecilkan salah satu layar supaya semuanya muat.

    Anbernic juga menyiapkan fungsi screen swap dan kontrol sentuh pada layar bawah. Stylus kapasitif tersimpan di bodinya, sementara dukungan mikrofon juga tersedia untuk game yang memanfaatkan input suara.

    Ilustrasi pengalaman bermain handheld retro dual screenIlustrasi Mobzter. Gambar dibuat sebagai visual konsep artikel, bukan foto resmi produk.

    NNDSS jadi bagian yang tak kalah menarik

    Hardware dua layar saja belum cukup kalau software-nya merepotkan. Dalam demonstrasi gameplay terbarunya, Anbernic memperlihatkan emulator NNDSS yang disiapkan untuk pengalaman dual-screen. Demonstrasi tersebut memperlihatkan penggunaan stylus, pertukaran layar dan sejumlah game DS yang berjalan pada perangkat.

    Antarmuka Linux-nya juga menyediakan fitur yang familiar untuk penggemar emulasi seperti save state, real-time clock, cheat, serta puluhan pilihan shader. Jadi pendekatannya bukan sekadar membuat perangkat yang bentuknya mirip konsol dual-screen lama, tetapi menyesuaikan software dengan hardware-nya.

    Apakah hanya bisa untuk game DS?

    Tidak. Demonstrasi Anbernic juga memperlihatkan emulasi platform lain seperti PS1, PSP, Game Boy Advance dan Sega. Saat memainkan game yang hanya membutuhkan satu layar, salah satu panel dapat digunakan sebagai layar utama sementara panel lainnya menampilkan informasi tambahan.

    Ada pula demonstrasi streaming game PC melalui Steam dan fitur Netplay. Jadi RG DS Plus tetap bisa dipakai sebagai handheld retro biasa meskipun daya tarik utamanya jelas berada pada game yang benar-benar memanfaatkan dua layar.

    Jangan berharap ini menjadi mesin 3DS murah

    Ini bagian yang penting supaya ekspektasinya tidak keliru. RG DS Plus lebih tepat dilihat sebagai handheld yang berfokus pada pengalaman DS dan retro gaming, bukan perangkat murah yang otomatis mampu menjalankan seluruh pustaka 3DS dengan sempurna.

    Laporan spesifikasi awal menyebut penggunaan Rockchip RK3568 dan RAM 1 GB. Konfigurasi tersebut masuk akal untuk sasaran perangkat ini, tetapi bukan kelas hardware yang sebaiknya dibeli dengan harapan emulasi konsol yang jauh lebih berat.

    Jadi siapa yang cocok?
    Kalau tujuan utamamu menikmati game dual-screen, game retro, dan ingin pengalaman yang lebih natural daripada menumpuk dua layar emulator di HP, konsep RG DS Plus sangat menarik. Kalau targetmu justru emulasi 3DS berat atau game Android modern, lebih baik melihat handheld dengan chipset yang lebih bertenaga.

    Kenapa RAM justru lebih kecil?

    Angka RAM 1 GB mungkin terlihat aneh karena model RG DS sebelumnya memiliki RAM lebih besar. Namun RG DS Plus bergerak ke pendekatan Linux dan software yang lebih terarah. Karena itu, jumlah RAM tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan perangkat Android.

    Ini juga memperlihatkan strategi Anbernic: daripada menaikkan semua spesifikasi lalu membuat harga ikut melonjak, perusahaan tampaknya mencoba mengoptimalkan perangkat untuk pekerjaan yang memang ingin dilakukan.

    Soal harga, jangan buru-buru mengambil keputusan

    Informasi yang beredar mengarah pada target harga di bawah US$100. Namun sebelum benar-benar membeli, lebih aman menunggu halaman penjualan resmi beserta harga final, kapasitas baterai, isi paket, serta review independen. Detail-detail tersebut bisa sangat menentukan apakah perangkat ini benar-benar nyaman dipakai sehari-hari.

    Kalau harga akhirnya tetap berada di kelas tersebut, RG DS Plus punya posisi yang menarik. Ia tidak perlu menjadi handheld paling kencang. Cukup melakukan satu hal dengan baik: membuat game dua layar terasa seperti memang seharusnya dimainkan.

    Dan mungkin itu justru alasan perangkat seperti ini menarik. Di tengah handheld yang berlomba membawa chipset semakin kencang, RG DS Plus mengambil jalur berbeda. Ia mengingatkan bahwa untuk menikmati game lama, terkadang yang kita butuhkan bukan tenaga lebih besar, melainkan bentuk perangkat yang tepat.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad